Hasil Diskusi “Problematika Buruh Migran Indonesia (TKI) di Luar Negeri”


Oleh : M. Fayyadl

Permasalahan yang menimpa buruh migran Indonesia terjadi sejak dari keberangkatan dari Indonesia sampai kedatangan ke luar negeri. Mendiskusikan persoalan buruh migran di luar negeri saja tidak cukup, mesti juga melihat permasalahan sejak pemberangkatan dari Indonesia.

Ada empat persoalan utama buruh migran Indonesia di luar negeri:
1. Pola hubungan kerja (buruh-majikan). Pola kerja antara buruh migran dan majikannya masih dibangun secara sepihak oleh majikan tanpa memperhatikan hak dan suara buruh. Diperlukan upaya untuk memperkuat posisi buruh sehingga memiliki kekuatan yang sama dalam kontrak/kesepakatan kerja.
2. Hak berserikat. Para buruh migran tidak menggunakan haknya untuk ikut dalam perserikatan buruh di negeri setempat, sehingga bila sewaktu-waktu ada masalah tidak ada dukungan dari yang lain.
3. Standar minimal upah. Buruh migran rata-rata belum mengikuti standar upah negara setempat dan belum mendapatkan hak-hak yang sama dengan buruh/pekerja di negara tersebut.
4. Konflik. Ketika terjadi konflik dengan majikan, rata-rata buruh migran belum memiliki kekuatan untuk menyelesaikannya secara hukum melalui pengadilan atau mediasi pihak ketiga.

• Pentingnya berserikat dan membangun jaringan dengan serikat buruh di Prancis (CGT/”Confédération générale du travail”) bagi para buruh migran Indonesia yang bekerja di Prancis.

• Pentingnya mencari pemecahan atas permasalahan buruh migran Indonesia di luar negeri pada tiga aras: 1) aras akademis (PPI dan kalangan kampus); 2) aras birokrasi dan administrasi (KBRI), dan 3) aras “grass-root” (kalangan aktivis perburuhan).

• Peran strategis mahasiswa bagi penguatan posisi buruh migran Indonesia di luar negeri, dari sisi advokasi, penyediaan riset dan data-data, analisis, “solidarity-making” dan “mainstreaming” isu-isu yang menimpa buruh migran.

Advertisements

Diskusi “Problematika Buruh Migran Indonesia (TKI) di Luar Negeri”


Coming Soon “21 Maret 2013”

-Latar Belakang-

Lebih dari tiga juta warga Indonesia mengadu nasib sebagai tenaga kerja di luar negeri dalam berbagai sektor formal maupun informal di negara-negara Asia, Australia, Amerika, dan Eropa. Keberadaan mereka sering menjadi bahan pemberitaan media massa terkait perlakuan buruk yang mereka terima di luar negeri. Tidak semua buruh migran mengalami hal yang sama, namun tidak dipungkiri, sebagian besar masih berada dalam situasi rentan karena rendahnya perlindungan dan jaminan keamanan di negeri tujuan. Jumlah buruh migran terbesar terpusat di sektor-sektor berpenghasilan rendah dan regulasi buruk seperti pekerjaan rumah tangga, pertanian, dan konstruksi di Malaysia, Arab Saudi, dan Kuwait.

Ratifikasi Konvensi Buruh Migran oleh Pemerintah RI dan DPR pada 12 April 2012 memberi secercah harapan bagi perbaikan hidup para buruh migran Indonesia di luar negeri. Meskipun demikian, masih tingginya angka pengangguran di dalam negeri dan krisis ekonomi dunia tetap menjadi faktor tingginya angka buruh migran Indonesia di luar negeri.

Memanfaatkan kedatangan dua aktivis yang banyak bergelut dengan isu-isu perburuhan dan ketenagakerjaan, yang tahun ini kebetulan diundang sebagai peserta dalam konferensi perburuhan di Paris, PPI Paris mengundang teman-teman untuk ikut berdiskusi memperluas wawasan mengenai “Problematika Buruh Migran Indonesia (TKI) di Luar Negeri

Pembicara : Anwar Ma’ruf (Ketua Nasional Perhimpunan Rakyat Pekerja, Jakarta)
                             Mukhtar Guntur (Wakil Presiden Konferensi Serikat Nasional)
Moderator     : Muhammad Al-Fayyadl (mahasiswa filsafat Uni. Paris 8)

Hari & Tanggal : Kamis, 21 Maret 2013
Pukul : 19.00 – 21.00 CET
Tempat : KBRI Paris

UndanganDiskusi “Problematika Buruh Migran Indonesia (TKI) di Luar Negeri”

PPI Paris @Toulouse “Faire du Ski “


Keren, mantap, luar biasa, enjoy, senang, bahagiaa..

Mungki itulah ekspresi yang tepat diberikan kepada PPI Toulouse yang dengan sukses melaksanakan kegiatan Faire du SKI pada tanggal 09 Maret 2013.
Perjalanan dari Paris ke Toulouse yang memakan waktu hingga 7 jam dengan Intercite seolah-olah terganti sudah. Tidak ada kata lelah dan bosan, semuaa terasa menyenangkan. 🙂

faire du ski 2

faire du ski 3

faire du ski 4faire du ski 5DSC03974

Nobar dan Talkshow “The Mirror Never Lies”


Kamis, 9 Januari 2013 dan Sabtu 12 Januari 2013

Setelah Nobar terlaksana di Cinema Bercy pada kamis, 09 januari 2013, berlokasikan di KBRI Paris, digelar Talkshow PPI Paris seputar masa depan perfilman Indonesia dari sudut pandang media,komunikasi,dan industri kreatif dng 3 pembicara :

Kamila Andini (Sutradara Mirror Never Lies), Ade Kadarisman (PhD Student – communication, Universite Paris 2 Pantheon Assas), dan Nariza P Septianti (M2 – Media-Culture-Creative Industry , Univ.Paris 8 Vincennes Saint-Dennis) . Acara dihadiri juga oleh Prof Syasfir Akhlus Atdikbud KBRI Paris.

*(The Mirror Never Lies adalah film drama Indonesia yang dirilis pada 2011 dengan disutradarai oleh Kamila Andini yang dibintangi oleh Gita Novalista, Reza Rahadian dan Atiqah Hasiholan. The Mirror Never Lies dairilis untuk reaksi kritikan yang bagus. Kritikus banyak yang memuji aspek produksi film, tata setting, serta akting dramatis dari aktris utama Gita Novalista. The Mirror Never Lies mendapatkan tujuh nominasi dalam Festival Film Indonesia 2011, termasuk Film Terbaik, Sutradara Terbaik untuk Camilla Andini, dan Aktris Terbaik untuk Gita Novalista. Film ini juga mendapatkan tiga belas nominasi dalam Festival Film Bandung 2012, memenangkan empat, termasuk penghargaan tertinggi Film Terpuji dan Sutradara Terpuji untuk Kamilla Andini.)*dicatut dari wikipedia.com.

Oleh : ix

nobar2

 

nobar1

Selamat Tahun Baru 2013


31 Desember 2012 – 01 Januari 2013, 

PPI Paris mengadakan perayaan tahun baru bersama di KBRI Paris. Selain dihadiri oleh PPI Paris, juga dihadiri oleh rekan-rekan dari PPI lainnya se Prancis, bahkan dari PPI Spanyol, PPI Swedia dan PPI Belanda juga ikut serta merayakan bersama tahuna baru di KBRI Paris.

tahun baru 2013 PPI @KBRI Paris

 

Acara tahun baruan ala PPI Paris, tidak hanya diadakan di KBRI Paris.

Acara kumpul tahuan baruan ini juga diadakan di rumah pasangan baru Laras dan Kus bersama teman-teman PPI paris lainnya.

PPI Paris Tahun Baru 2013

For the last…

Kami segenap keluarga PPI Paris mengucapkan SELAMAT TAHUN BARU 2013, semoga semua harapan, cita, dan keinginan dan rekan-rekan semua bisa tercapai, dan tentu kita semua bisa menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya.

SALAM,
PPI PARIS 2012-2013

Bincang-Bincang PPI Paris dengan Staff KPK RI


Bincang-Bincang PPI Paris dengan Staff KPK RI

-14 Desember 2012-

PPI Paris berkesempatan diskusi dengan salah satu staf KPK saudara ADHI SETYO TAMTOMO (International Cooperation Specialist Directorate of Fostering Networks Between Commissions and Institutions) yang pada saat itu datang ke Paris dalam rangka mengobservasi OECD (The Organisation for Economic Co-operation and Development) di Paris.

Diskusi ini membahas tentang peran serta Pelajar Indonesia terhadap kemajuan negara Indonesia agar bebas dari Korupsi. Pesan dari Bapak Adhi bahwa Mahasiswa PPI Prancis bisa ikut serta mendampingi staff KPK untuk ikut dalam konferensi OECD ini, dengan harapan  agar kita sebagai mahasiswa bisa tahu mengenai OECD ini.